kursor

salju

Piala Dunia 'Nanggung' di Afsel  

Senin, 14 Juni 2010

Johannesburg - Afrika Selatan bolehlah menjadi negara paling maju di Benua Afrika. Tapi untuk menggelar event sebesar Piala Dunia, semuanya masih serba nanggung.

FIFA menunjuk afsel sebagai tuan rumah Piala dunia edisi ke-19 di tahun 2010 ini. Negara Nelson Mandela ini mengalahkan Maroko dan Mesir yang jadi pesaing mereka sebelumnya.

Memasuki hari ketiga Piala Dunia, semua masih berjalan lancar dan nyaris tanpa gangguan berarti. Namun tetap saja banyak kekurangan di temui di sana-sini, terkait sarana dan prasarana pelengkap event empat tahunan ini.

Masalah terbesarnya tetap soal keamanan. Meski sebelumnya pihak penyelenggaran dan FIFA menjanjikan keamanan yang lebih baik, namun tetap saja rasa aman itu belum bisa dirasakan pengunjung, baik turis, fans atau wartawan.

Beberapa wartawan dari berbagai negara beberapa hari lalu jadi korban perampokan. Bahkan hotel tempat menginap tim bisa disusupi pencuri.

Kondisi tersebut jelas membuat kami, wartawan yang meliput Piala Dunia, dibuat was-was. Oleh para WNI yang sudah lama tinggal di Afsel kami diminta ekstra hati-hati. Bahkan untuk sekadar mengeluarkan telepon genggam atau BB untuk mengetik dan mengirim berita.

"Lihat-lihat sekeliling dulu sebelum mengeluarkan hanphone. Jangan sembarangan dan usahakan jangan pernah jalan sendirian," saran seorang WNI yang detiksport temui di pada sebuah festival di Pretoria beberapa hari lalu.

Kendala lain yang terasa sangat menyulitkan adalah soal kesediaan sarana transportasi umum. Terkait masalah keamanan di atas, kami tak bisa sembarangan naik kendaraan umum.

Selain tindak kriminal kerap terjadi di kendaraan umum, beberapa kasus mencatat kalau pemilik angkutan umum tersebutlah yang kemudian menjadi pelaku kejahatan. Dalam beberapa kejadian, penumpang akan dibawa berkeliling dan kemudian dipaksa menyerahkan harta bendanya. Dibunuh atau diperkosa jadi ancamannya.

"Haduh, pokoknya beda sekali deh dibanding Euro 2008 lalu (di Austria-Swiss). Di sana yah, kita bisa nyaman ngeluarin laptop di dalam kereta dan asyik ngetik di manapun kita mau," keluh seorang rekan jurnalis wanita dari Jakarta.

"Afrika Selatan emang paling maju dibanding negara Benua Afrika lainnya, tapi kalau begini semuanya masih terasa tanggung," timpal wartawan yang lain.

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


MER-C Indonesia: Dunia Harus Kutuk Serangan Biadab Israel  

Selasa, 01 Juni 2010

Jakarta (IRIB News) - MER-C Indonesia mengeluarkan pernyataan dan mengimbau dunia mengutuk serangan brutal militer Zionis Israel terhadap konvoi kapal bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla Gaza. Karena kapal yang diserang itu memuat bantuan kemanusiaan dan mengangkut 800 relawan dari sekitar 50 negara.

Pihak MER-C Indonesia sendiri kepada IRIB menjelaskan bahwa sampai saat ini belum memperoleh informasi mengenai nasib 12 relawannya yang ikut dalam kapal Mavi Marmara. Hal itu dikarenakan hubungan komunikasi terputus dan pihak MER-C Indonesia hanya dapat memantau perkembangan melalui berita Aljazeera.

Terakhir kali pihak MER-C menghubungi mereka pukul 19:00 WIB tadi malam dan relawan MER-C mengabarkan sekitar 2 jam lagi mereka akan bergerak dari perairan internasional menuju Gaza.

Sampai saat ini, pihak MER-C saat ini belum meminta bantuan pemerintah RI, tapi telah mengirimkan surat pemberitahuan tentang pemberangkatan 20 Mei lalu, begitu juga pihak Deplu di Jakarta dan di Ankara mengenai anggota tim yang dikirimkan

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


ISRAEL NEGARA PALING BIADAB DI MUKA BUMI INI!!!  

Ya Allah!!! aku sampai merinding melihat pemberitaan di televisi tentang penderitaan rakyat Palestina yang setiap saat dibayangi oleh ketakutan yang disebabkan oleh ulah para “ORANG TAK BERPERI KEMANUSIAAN” yang berasal dari “TANAH DI MUKA BUMI INI YANG PALING ‘HINA DINA’ APALAGI KALAU BUKAN ISRAEL”

Aku bukan tanpa alasan menulis ini. Kalau anda mengikuti pemberitaannnya, anda akan sangat terenyuh, sedih dan ikut merasakan apa yang rakyat Palestina alami dan rasakan. Bagaimana tidak??? Rakyat Palestina yang sama sekali tidak bersalah, dengan kejam di bom, ditembak dan entah diapakan lagi oleh ISRAEL BIADAB!!!

Banyak bayi, anak-anak, ibu-ibu dan lainnya di Palestina yang tidak bersalah meninggal begitu saja ditangan “IBLIS” itu!!! Bayi-bayi di Palestina yang tidak berdosa pun dimasukkan pada target tembakan “NEGARA BIADAB” tersebut... Yang mungkin bertujuan memutus keturunan bangsa tersebut!

Apa tujuan ISRAEL melakukan itu?! Apa bertujuan menghancurkan Palestina??? Bertujuan memutus keturunan??? atau bahkan Bertujuan menghancurkan Agama Islam?! Hah?!!!

Agama Islam, Agama yang mulia, Agama yang aku anut. Mau “DIHANCURKAN TANGAN BUSUK ISRAEL”?! Oh... hebat sekali ya?! mau menghancurkan Islam! “ISRAEL TENGIK” takkan semudah itu!

Tunggu saja!!! AZAB Allah, AZAB dari Tuhanku akan membalaskan setiap nyawa yang meninggal tak berdosa dari rakyat Palestina dengan entah apa yang aku dan seluruh muslim di dunia berharap “Berkali-kali lipat dengan yang ‘ISRAEL’ Lakukan”

Walaupun aku belum bisa membantu rakyat Palestina secara langsung... Tapi aku akan selalu mendoakan agar kalian semua (rakyat Palestina) senatiasa dilindungi Allah SWT. Dan semoga penderitaan rakyat Palestina segera berakhir... AMIEN...

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Personel Garuda XXIII-B Lebanon Ikuti Pelatihan Manajemen Konflik  

KabarIndonesia -- Untuk lebih memahami tugasnya sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB, tentunya berbagai pengetahuan harus dimiliki sebagai pedoman dalam berpikir dan mengambil tindakan. Menyadari hal tersebut, UNIFIL Civil Affair mengadakan pelatihan manajemen konflik bagi para personel dari seluruh kontingen yang bertugas, termasuk Satgas Yon Mekanis TNI (Kontingen Garuda) Konga XXIII-B yang mengirimkan 2 orang perwiranya.

Pelatihan bertajuk “Conflict Management Training and Resolution Workshop” itu dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut, di dalam ruang kelas bahasa di Markas Komando Sektor Timur “Miguel de Cervantes Base”, Marjayoun Lebanon Selatan. Tiga puluh tiga peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari berbagai unit dan jabatan yang berbeda, diantaranya Pewira Cimic, Perwira Penerangan (Public Information Officer), OGL (Observer Group in Lebanon), Staf Sipil yang bekerja di Civil Affair dan beberapa personel dari G-9/Cimic. Tercatat personel dari negara India, Nepal, Spanyol, Malaysia, Belanda, Swedia, New Zealand, Lebanon dan Indonesia yang mengikuti pelatihan ini.

Tujuan pelatihan ini diantaranya yaitu, mendapatkan pengertian tentang manajemen konflik, mengidentifikasi aspek positif dan negatif dari konflik serta faktor-faktor penyebab konflik dan menerapkan langkah-langkah pemecahan konflik (resolusi) sesuai dengan masalah yang dihadapi.

Metode yang dipakai ialah ceramah dan kualitas singkat, diskusi dan kerja kelompok. Dalam setiap hari yang terbagi 3 sesi, para peserta akan dihadapkan pada permasalahan nyata yang pernah dialami dalam beberapa misi PBB. Sedangkan sebagai Tutor dalam pelatihan ini ialah Oussama Safa dari Lebanese Centre for Policy Studies.

Kontingen Indonesia pada pelatihan ini diwakili oleh Mayor Inf Ahmad Fauzi selaku Kepala Seksi Cimic Satgas Konga XXIII-B dan Kapten Chb Sandy Maulana Prakasa yang menjabat sebagai Perwira Penerangan Satgas. Menurut Mayor Inf Fauzi, ilmu yang yang didapat dari pelatihan ini merupakan pengetahuan yang sangat bermanfaat, baik untuk mendukung tugas pokoknya maupun untuk memperkaya wawasan selaku pribadi.

Menariknya, pada pelatihan itu banyak personel dari kontingen negara lain yang penasaran dengan metode yang diaplikasikan oleh Indobatt (Indonesia Battalion) dalam mencegah atau pun mengatasi konflik yang terjadi di area operasinya. Beberapa di antara mereka secara spontan ingin melihat dari dekat kegiatan Cimic yang dilaksanakan oleh Indobatt.

Chief of Staff Sektor Timur UNIFIL Kolonel Salas dari Spanyol saat menutup pelatihan ini pada Jumat (21/11), mengharapkan agar para peserta dapat menerapkan metode dan teknik dalam manajemen konflik sehingga setiap permasalahan yang timbul terkait tugas sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Di akhir acara penutupan dilaksanakan foto bersama di depan Officer and NCO Cafetaria sebagai kenang-kenangan bagi peserta pelatihan.

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Peninjauan Setelah Implementasi  

Dari kasus sebelumnya, inilah tahapan terakhir dari implementasi sistem.
Tujuan pengembangan sistem baru yang berkualitas adalah untuk menghasilkan sistem yang tidak melampaui anggaran, tepat waktu dan memenuhi keperluan pemakai. Proses untuk menganalisis apa yang berjalan dalam proyek yang berhasil maupun tidak berhasil disebut peninjauan pasca implementasi(post implementasi review).
Peninjauan pasca implementasi adalah pencarian terorganisir untuk menemukan cara meningkatkan efesiensi dan efektivitas sistem baru, dan untuk memberikan informasi yang akan membantu dalam pengembangan sistem mendatang. Peninjauan pasca implementasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari wakil pemakai, auditor internal, professional sistem, dan disertakan pula konsultan eksternal atau auditor independen untk meingkatkan obyektifitas dan mengurangi kepentingan politik yang terjadi diantara kelompok-kelompok internal.

Empat cakupan area peninjauan pasca implementasi:
1. Faktor-faktor sistem
2. Komponen rancangan sistem
3. Keakuratan estimasi
4. Tingkat dukungan

E1. Faktor-Faktor Sistem

Mencakup:

a. Faktor kelayakan teknis, ekonomis, legal, operasional, dan jadwal(TELOS).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A sudah memenuhi kelayakan TELOS suatu sistem. Yaitu sistem tersebut diterapkan dengan teknologi baru( C# dan SQL), biaya murah, legal, kemampuan personel khususnya IT yang memadai dan sistem tersebut berlaku pada waktu yang sudah ditentukan.

b. Faktor strategis, produktivitas, diferensiasi, dan manajemen (PDM).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A sudah memenuhi faktor strategi PDM suatu sistem. Yaitu sistem tenaga kerja yang diperlukan tidak terlalu banyak karena hamper semua telah dikerjakan sistem, kualitas sistem lebih baik dari sistemm sebelumnya, dan sistem menyediakan informasi yang cepat serta akurat mengenai data pelatihan staff dan dosen.

c. Faktor rancangan kemampuan pemeliharaan, pendayagunaan, pendayagunaan kembali, realibilitas, dan kemampuan perluasan(MURRE).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A sudah memenuhi faktor MURRE suatu sistem. Yaitu dari pihak universitas telah disiapkan personel untuk memelihara dan mendayagunakan sistem ini sehingga sistem dapat bekerja dengan baik.

E2. Komponen Rancangan Sistem

Mencakup:

a. Output
Berisi data staff dan dosen yang telah mengisi form aplikasi sehingga dapat diketahui siapa saja staff dan dosen yang perlu diberi pelatihan pengembangan SDM.
b. Input
Berisi aplikasi form dari mulai login, cek tipe user, trainer data input, registrasi, absensi dan recommendation.
c. Proses
Berisi pengolahan data dari inputan trainer data input, registrasi, absensi dan recommendation.
d. Database
Berisi data output yang disimpan pada file database SQL.
e. Kendali
Berisi pengendalian sistem agar sistem dapat berjalan dengan baik.
f. Platform teknologi
Berisi teknologi yang digunakan antara lain program C# dan SQL serta spesifikasi komputer yang mumpuni.

E3. Keakuratan Estimasi

a. Waktu
Menggunakan sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas A, waktu yang dibutuhkan lebih cepat tentunya karena user hanya perlu mengisi form aplikasi serta tepat waktu dalam menerima data pengolahannya.
b. Biaya
Biaya yang dikeluarkan cukup murah karena hanya perlu memelihara sistem da personel sehingga sistem perangkat lunak pengelolaan informasi data pelatihan dan pengembangan SDM untuk dosen dan staff universitas dapat bekerja dengan baik.
c. Keuntungan
Menggunakan sistem ini memberikan banyak keuntungan, antara lain:
• Perangkat lunak yang dibuat membantu dalam melakukan pengerjaan pencatatan data pelatihan.
• Penggunaan fitur rekomendasi dapat membantu staff dalam menentukan peserta pelatihan yang akan diregistrasi.
• Report – report yang dihasilkan dapat dengan mudah diprint.

E4. Tingkat Dukungan

Mencakup:
a. Sumber daya yang tersedia
Sumber daya untuk sistem ini tersedia seperti sumber daya manusia.
b. Manajemen puncak
Manajemen puncak dalam hal ini rektorat Universitas A sangat mendukung sistem perangkat lunak pelatihan terhadap staff dan dosen.
c. Pelatihan
Pelatihan untuk sistem ini didukung oleh pihak Universitas A seperti dalam memelihara sistem disediakan dosen tertentu dan mahasiswa yang mempunyai kemampuan IT terbaik.

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


konversi sistem  

Konversi Sistem:
Konversi Langsung
Konversi Paralel
Konversi phase-in
Konversi Pilot

Konversi Sistem Secara Langsung
Disebut juga sbg Cold Turkey yaitu langsung menghentikan sistem lama dan menjalankan sistem baru;
Konversi sistem ini dilakukan apabila:
Sistem lama sudah tidak berfungsi sama sekali
Sistem baru bersifat kecil / sederhana
Tidak baru menggantikan sistem lain
Rancangan sistem baru sangat berbeda dengan sistem lama
Keuntungan adalah biaya yang relatif tidak mahal
Kelemahan: resiko kegagalan yang tinggi
Perlu segera diikuti oleh program pengujian dan pelatihan


Konversi Paralel
Sistem lama dan sistem baru beroperasi bersamaan untuk periode waktu tertentu.
Output dari masing2 sistem dibandingkan, apabila terdapat perbedaan akan direkonsiliasi,
Keuntungan: resiko kegagalan rendah
Kerugian: biaya yg tinggi khususnya duplikasi dokumen,
Apabila terdapat perbedaan dalam metoe produksi, aturan keputusan, prosedur akunting, dan model kendali inventarisasi maka metode konversi paralel tidak dapat dilakukan

Konversi Phase- In
Sistem baru diimplementasikan secara gradual, sedikit demi sedikit -> memeberikan waktu lebih utk asimilasi prubahan,
Sistem harus disegmentasi, dan penginstalan sistem baru berdasarkan segmentasi tsb. Untuk setiap segmentasi mis.: mekanisme sistem lama dikembangkan untuk memproses data baru, kemudian sistem baru yang berhubungan dg segmen tersebut diinstal setelah tidak terdapat kegagalan proses kemudian dievaluasi.
Keunggulan: proses asimilasi sistem dapat diminimalisasi,
Kerugian: biaya yang besar utk membuat interface temporer.

Konversi Pilot
Sistem diinstal hanya pada sebagian organisasi (mis. Kantor cabang atau pabrik) sbg pilot -> segmentasi organisasi
Keuntungan: resiko lebih sedikit dibandindingkan metode langsung, dan lebih murah dibandingkan metode paralel, alokasi kesalahan, alokasi pelatihan untuk semua organisasi.

Konversi File Data
Melakukan modifikasi file yang sudah ada dalam bentuk:
Format
Isi data
Medium penyimpanan
Metode Konversi:
Langsung
Bertahap

Konversi File Langsung
Membuat program konversi data apabila sistem lama menggunakan komputer, sedangkan apabila dr model manual ke komputer butuh waktu lama utk memasukkan data,
Membuat suatu prosedur kendali:
File Master -> pemeriksaan terhadap field dan records
File Transaksi -> perlu diperiksa apabila terdapat perbedaan medium / prosedur
File Indeks -> Key yg menghubungkan master file
File Backup -> Mengamankan data base apabila terjadi kesalahan proses atau kerusakan di pusat data

Konversi File Gradual
File dikonversi sedikit demi sedikit,
Rekord akan dikonversi hanya ketika menunjukkan aktifitas transaksi. Rekord lama yang sudah tidak melakukan transaksi tidak dikonversi,
Apabila terdapat transaksi, maka kemudian akan dimasukkan ke sistem,
Program mencari di file master baru utk record yg akan diupdate dan kemudia diproses,
Jika record tidak ditemukan dalam file master baru, file master lama diakses untuk record yg sesuai dan rekord tersebut ditambahkan ke file master baru.

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


Dokumentasi Sistem Informasi  

Ada banyak cara dan metode dalam membuat dokumentasi sistem
informasi yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan. Secara garis besar
ada ada 3 tujuan pembuatan dukumentasi sistem.
1. Untuk menjelaskan cara kerja sistem. Dukumentasi sebuah sistem
sangat berguna dalam menjelaskan cara kerja sebuah sistem,
dengan menggunakan dukumentasi kita dapat menjelaskan cara
kerja sistem yang rumit dan panjang dalam waktu yang sangat
singkat.
2. Alat dalam merancang sistem informasi. Rancangan sistem
informasi sebelum dikembangkan tidak dapat diingat semua oleh
disainer. Kalaupun semuanya dapat diingat rancangan itupun perlu
dikomunikasiskan kepada orang lain sebelum dikembangkan.
3. Alat bagi auditor dalam mempelajari, mengevaluasi dan sekaligus
mendokumentasikan pemahamannya terhadap sistem pengendalian
internal kontrol kliennya.
Berikut ini akan dibahas beberapa jenis dukumentasi sistem informasi.
Bagan Arus ( Flowchart)
Bagan Arus merupakan alat domumentasi yang paling tua dalam
akuntansi, karena sudah digunakan semenjak sistem akuntasni masih
dilakukan secara mananual, dan masih digunakan sampai sekarang
untuk mendokumentasikan sistem akuntansi biarpun telah berbasis
komputer.
Setelah sistem informasi berbasis komputer berkembang Bagan arus
ini sering dipecah jadi dua, satu yang fokus pada aliran dokumen yang
disebut dengan Bagan Arus Dokumen dan yang fokus pada sistem
komputernya yang disebut dengan Bagan Arus Sistem.
Simbol-simbol
Dalam pembuatan bagan arus digunakan simbol-simbol dengan arti
tertentu. Biarpun tidak ada aturan khusus dalam penggunaan sismbol
penggunaan simbol yang lazim akan sangat membantu pembaca
bagan dalam memahami sistem yang ingin dipahaminya. Berikut
bebrapa simbol yang lazim
Amsal Djunid 51
= Dokumen
= Arus dokumen
= Proses manual
= Catatan manual
- - - - - - - - - -> = Arus data tanpa dokumen
= Arsip manual A = berdasarkan abjat
D = berdasarkan tanggal
N = berdasarkan nomor
= Proses menginput data ke komputer
= Proses elektronik
= Penghubung
= Pemilihan (keputusan)
A

= file komputer
= Arus barang
= Arus Uang
= keterangan tambahan
Bagan Arus Dokumen
Sesuai dengan namanya bagan arus dokumen menggambarkan arus
dukumen dalam sebuah sistem. Bagan ini menjelaskan asal atau yang
menyiapkan dokumen, serta perlakuan terhadap dokumen tersebut.
Dalam pembuatan bagan ini dokumen diarti secara luas, sehingga
mencakup aliran data biarpun tanpa dokumen dan aliran pisik uang
dan barang yang dianggap penting.
Cara Pembuatan, biarpun tidak ada aturan dan cara pembuatan yang
harus diikuti, tetapi dalam belajar dapat dipedomani langkah-langkah
berikut.
1. Indefikasikan bagian, unit, petugas yang terkait dengan sistem
yang akan didokumentasikan.
2. Identifikasi dokumen-dokumen yang digunakan, yaitu nama
dokumen, asal aatau yang menyaiapkan, jumlah rangkap dan
Rupiah
Amsal Djunid 53
perlakuan terhadap masing-masing dokumen. Perlakuan terhadap
dokumen kemungkinannya adalah dikirim, dicatat, disimpan, atau
dimusnahkan.
3. Siapkan bagan atau gambar
 Gunakan bagian, unit atau petugas sebagai judul kolom
 Usahakan bagan dibaca dari kiri ke kanan
 Gunakan simbol penghubung untuk menghindari garis alir
saling berpotongan pada sistem yang rumit
 Usahakan bagan hanya berada dalam satu halaman.
4. Identifikasi dan tambahkan aliran pisik barang dan aliran pisik
uang yang dianggap penting.
5. Tambahkan penjelasan tambahan jika diperlukan
6. Buat keterang simbol-simbol
Contoh
Bagan arus dokumen berikut dibuat berdasarkan uraian dibawah ini.
Dalam melakukan penjualan petugas bagian penjualan menerima
pesanan dari pelanggan.. Jika penjualan dapat disetujui, bagian
penjualan menyiapkan oder penjualan dalam rangkap 3 satu untuk
arsip dan dua lembar disampaikan ke bagian gudang untuk disiapkan
dan dikirimkan barangnya. Bagian gudang mengirim barang bersama
lembar kedua Order penjualan. Setelah barang dikirim bagian gudang
menandatangi order penjualan lemar 1 tanda barang telah dikirim, dan
meneruskan order penjualan yang telah dirim barangnya tersebut ke
bagian akuntansi untuk dibuatkan faktur. Bagian akuntansi mencatat
penjualan dengan komputer dan mencetak faktur dalam rangkap dua,
satu lembar dikirim ke pelanggan dan satu lembar disimpan bersama
order penjualan lembar pertama.
Dari keterang diatas dapat diidentifikasi bagian dan unit terkait
adalah; Bagian Penjualan, Bagian Gudang, dan Bagian Akuntansi, dan
entiti eksternal Pelanggan.
Dokumen yang digunakan adalah;
Order Penjualan (dibuat oleh bagian Penjulan rangkap 3)
Lembar 1 dan 2 ke bagian Gudang, lemabr 1 dikirm ke pada
langganan bersama barang, dan lembar 2 ke bagian akuntansi
Faktur Penjualan (dibuat rangkap 2), asli untuk pelanggan dan lembar
ke dua disimpan bersama lembar 1 order penjualan.



Bagan Arus System
Bagan Arus System, seperti telah disebutkan diatas memiliki focos
pada pendokumentasian proses pengeolahan data secara electronik
(komputer). Sehingga dari bagan ini akan dapat diketahui, pendekatan
pengolahan data yang diagunakan batch atau on-line dan catatan yang
diaupdata atau dibuat setiap terjadi peroses.
Contoh

Berikut ini contoh Bagan Arus Sistem pengolahan data penjualan
yang menggunakan pendekatan on-line processing. Setelah barang
dikirim order penjualan diinput ke komputer menggunakan terminal
on-line. Dengan menggunakan software aplikasi penjualan maka
secara otomatis akan ter update tiga file; master file piutang usaha,
masterfile persediaan dan log transaksi penjualan dan faktur penjualan
dapat dicetak. Daftar Saldo Piutang disiapkan dengan menggunakan
software aplikasi Saldo Piutang.


Pesanan
Pelanggan
Pesanan
Pelanggan
Meyiapkan
Order
Penjualan
Order
Penjualan
Order
Penjualan
Order
Penjualan
Order
Penjualan
Order
Penjualan
Mengirim
baarang
Order
Penjualan
Order
Penjualan
Order
Penjualan
Faktur
PenjFuaakltaunr
Penjualan
Ke
Pelanggan
Amsal Djunid 56
Gambar 5.2: System Flowchart Penjualan On-line Processing
Order
Penjualan
Catat penjualan
Catat penjualan
Updata file
piutang dan
persesiaan
Master file Piutang
Master file Persediaan
Log transaksi penjualan
Cetak Faktur
penjualan
Faktur
Penjualan
Siapkan
Daftar Saldo
Piutang
Daftar Saldo
Piutang
Amsal Djunid 57
Gambar 5.3: System Flowchart Penjualan Batch
Processing
Order
Penjualan
Catat penjualan
Catat penjualan
file transaksi penjualan
Cetak Faktur
penjualan
Faktur
Penjualan
Update master file
Piutang dan
Siapkan
Daftar Saldo
Piutang
Daftar Saldo
Piutang
Master file Piutang
Amsal Djunid 58
Context Diagram dan Fuctional Diagram
Context dan functional diagram adalah alat dokumentasi sistem yang
dikembangkan oleh ahli informatika berbasis komputer. Diagram ini
digunakan pada saat pengembangan sistem. Dapat digunakan untuk
mendukomentasikan sistem yang sedang berjalan dan dapat juga
digunakan untuk menjelaskan ide logic dari sistem baru.
Context diagram memperlihatkan semua data yang menjadi input
sistem beserta sumbernya dan semua output sistem beserta tujuan atau
yang menerimanya. Dengan membaca kontext diagram kita akan
memperoleh gambaran umum sistem.
Functional diagram adalah rincian dari context diagram. Fuctional
diagram yang lazim disebut dengan bagan alir data sering dibuat
bertingkat, tingkat yang lebih rendah merupakan rincian dati tingkat
diatasnya.
Simbol yang digunakan, context dan functional diagram
menggunakan simbol yang sama. Context diagram menggunakan lebih
sedikit simbol karena diagram ini hanya menggambarkan sumber dan
aliran data masuk serta aliran output dan tujuannnya. Simbol yang
dinakan antara lain adalah
= entiti sumber atau tujuan data
= pengulangan entiti yang sudah ada
= aliran data
nama data
Amsal Djunid 59
= sistem/proses/fingsi
= data storage/database
Contoh contoh berikut adalah context diagram dan functional diagram sistem
administrasi belanja perguruan tinggi. Pengelolaan keuangan dimulai dengan
menyusun anggaran anggaran belanja. Pengeluaran hanya dapat disetujui jika
saldo mata anggaran yang bersangkutan masih tersedia. Setiap bulan disiapkan
pertanggungjawapan yang disampaikan kepada dewan pengawas.

manajemen
Sistem
Adm
Keuangan
Rekanan
Dewan
Pengawas
Masyarakat
anggran
Laporan dan
pertanggungjawaban
tagihan
pembayaran
Laporan tahunan
Amsal Djunid 60
Database
Manajemen
Rekanan
Dewan
Pengawas
Proses
anggaran
anggaran
Terima
dan
setujui
tagihan
Bayar
tagihan
pembayaran
Siapkan
laporan dan
pertgjwb
Masyarakat
laporan dan pertgjwb laporan
anggaran
anggaran pembayaran
Angg & realisasi
Manajemen
laporan dan pertgjwb
Amsal Djunid 61
Entity Relationship Diagram (Model)
Conceptual Entiti model juga dikembangkan oleh ahli informatika
yang digunakan dalam perancangan database. Ada dua Entity
Relationship diagram, Conceptual Entity Relationship Model dan
Physical database Design Model.
A. Conceptual Entity Relationship Model
Diagram ini mendokumentasikan semua data yang perlu di simpan
dalam data base. Dari titik pandang Model Entiti semua data yang
disimpan dalam data base dikelompokkan menjadi dua pertama entiti
dan kedua relationship atau hubungan.
Entiti adalah segala objek dan konsep yang relevan dengan sistem
yang sedang dirancang sehingga datanya perlu disimpan dalam
database, misal persediaan barang, supplier dsb. Relationship adalah
assosiasi diantara entiti yang yang datanya juga perlu disimpan dalam
data base. Misalnya data tentang supplier dari masing-masing
persediaan barang atau barang yang disediakan oleh masing-masing
supplier.
Dalam E-R Diagram dirumuskan beberapa macam hubungan
diantaranya yang penting dan paling banyak ditemukan adalah ada tiga
jenis hubungan. Jenis hubungan ini ditentukan oleh aturan yang
berlaku pada organisasi yang akan menggunakan database tersebut.
1. One to one relationship. One to one apabila satu unsur dari suatu
entiti hanya berbungan dengan satu unsur entiti lain dan demikian
juga sebaliknya.
Untuk contoh kita memiliki entiti suplier dan entiti barang. Aturan
yang berlalu (buseniss rule) mengatakan bahwa setiap barang hanya
dapat dibeli dari seorang supplier dan setiap suppler juga hanya
diizinkan menyediakan satu barang pula.
Maka hubungan antara supplier dan barang adalah hubungan 1: 1
(one to one relationship)
Amsal Djunid 62
2. One to many realtionship. Masih menggunakan contoh diatas, kita
anggap kalau business rule atau aturan mengatakan bahwa setiap
barang dapat dibeli dari beberapa orang supplier teratapi seorang
supplier hanya diizinkan menyediakan satu jenis barang saja. Jadi
hubungan antata barang dan dan sauppleir adalah hubungan one to
many. Satu barang dapat berasal dari banyak supplier, dan satu
supplier menyediakan satu barang saja.
3. Many to Many Relationship. Adalah apa bila satu unsur dari suatu
entiti dapat berasosiasi dengan lebih dari satu unsur entiti lain.
Demikian juga setiap unsur entiti lain tersebut juga dapat
berasosiasi dengan lebih unsur entiti tersebut. Jadi kalau setiap
barang dapat disupplai oleh banyak supplier dan seorang supplier
dapat pula menyediakan banyak barang maka hubungan antara
barang dan supplier adalah many to many rlationship.
Hubugan Obligatory, Hal lain yang digambarkan pada E-R diagram
adalah hubungan obligatori. Obligari atau tidak suatu hubungan
dilihat dari masing-masing sisi entiti yang berhubungan. Sehingga
suatu hubungan dapat obligatori dari salah satu sisi tidak dari sisi lain,
atau dapat juga obligatori pada kedua sisi, dan dapat pula tidak
obligatori pada kedua sisi.
Suatu hubungan akan dinyatakan obligatori pada suatu sisi adalah apa
bila setiap anggota dari entiti tersebut terkait atau terlibat dalam
hubungan yang sedang dibicarakan. Kita punya entiti pelanggan dan
entiti faktur. Antara faktur dan pelangan terdapat asosiasi, faktur untuk
pelanggan atau pelanggan memperoleh faktur. Setiap faktur pasti
berhubungan dengan pelanggan karena tidak ada faktur yang dibuat
tanpa da pelanggannya. Maka hubungan ini obligatori dari sisi faktur.
Tetapi hubungan ini tidak obligatori dari sisi pelanggan karena tidak
setiap pelanggan terhubung dengan faktur tertentu karena ada
pelanggan yang belum dibuatkan fakturnya. Pelanggan tersebut telah
memesan barang dan telah tercatat sebagai pelanggan barang belum
dikirim, belum ada faktur untuknya.
Simbol yang digunakan. Juga tidak ada aturan dalam penggunaan
simbol dan penulis yangberbeda menggunaan variasi simbol sendiri.
kita akan menggunakan simbol berikut.

= entit
= hubungan
= garis hubungan
1, M, N = tipe hubungan
= hubugnan obligatori
Contoh
Gambar 5.6 berikut adalah contoh E-R Diagram sistem pengendalian
penjualan dan persdiaan sebuah perusahaan.
Gambar 5.6 : Contoh E-R Diagram
B. Physical Database Design Model
Entity Relationship diagram menjadi dasar dalam perancangan tabel
database. Untuk menyimpan data hubungan ada dua dua kemungkinan
pertama menggunakan forein key yaitu dengan memasukkan key
(atrubut dari suatu entiti) menjadi atribut entiti lain. Cara kedua dengan
membuat atau menambah entiti baru dengan memasukkan key kedua
Pelanggan menerima Faktur
Barang
berisi
entiti dalam satu tabel baru. Pemilihan foreign key atau relationship
entiti tergantung kepada jenis dan tipe hubungan.
Kedua sisi
obligaroty
Gabungkan kedua
entiti
Kesalahan analsisa
hanya ada satu entiti
Salah satu sisi
obligatory
Gunakan foreign key Pada sisi obligatori
One to One
Relationship
Tidak ada sisi
obligatory
Gunakan
Relationship entiti
Sisi many obligatory Gunakan
Relationship entiti
One to Pada sisi many
Many
Relationship
Sisi many tidak
obligatory
Gunakan
Ralationship entiti
Many to
many
relationship
Selalu gunakan ralationship entiti
Dengan mengikuti aturan seperti tabel diatas maka tabel-tabel yang
diperlukan untuk sistem yang E-R Diagram pada gambar 5.6 adalah ;
pelanggan, gudang, persediaan, dan faktur, sebagai tabel utama, serta
tabel berisi (isi faktur rinci) untuk menyimpan data hubungan antara
faktur dan barang. Tabel isi faktur akan berisikan atribut faktur (key)
dan antribut barang (key) serta atribut lain yang terkait dengan kedua
key tersebut secara langsung seperti kuantitas dari masing-masing
barang.
Untuk hubungan antara pelanggan dan faktur tidak diperlukan tabel
baru cukup digunakan foreign key yang ditempatkan pada tabel faktur.
Sehingga pada tabel faktur akan ada atribut pelanggan sebagai
penghubung.
Dan hubungan antara gudang dan barang juga tidak perlu tabel sendiri,
cukup pula dengan foreign key yang ditempatkan pada tabel barang.
Sehingga pada tabel barang juga akan ada kode gudang untuk
mnyimpan data tempat penyimpanan masing-masing barang.
Amsal Djunid 65
Semua tabel yang dibutuhkan suatu database didokumentasikan
dengan model rancangan phisik database yang simbol-simbolnya
sebagai berikut.
= entiti/tabel/file
= garis penghubung
= foreign key
= indeks

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


TIM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI  

Minggu, 16 Mei 2010

Pemakai Akhir (end-user)
Orang yang memakai system informasi atau informasi yang dihasilkan system informasi. Dalam organisasi,pemakai internal dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Staf
2. Manajer tingkat rendah
3. Manajer tingkat menengah
4. Manajer tingkat atas, dan
5. Pekerja berpengetahuan

Spesialis teknologi informasi
Orang yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi dan pengembangan system informasi. Umumnya orang2 ini berada dibawah bagian atau departemen Pengolahan Data Elektronik (PDE).
Tugas Personil yang berperan dalam pengembangan dan operasi system informasi :
1. Operator, bertugas mengoperasikan komputer dan peralatan pendukung
2. Analis Sistem (System Analyst), bertugas sebagai antarmuka antara pemakai informasi dan system informasi.Bertanggung jawab menerjemahkan kebutuhan pemakai menjadi rancangan basis data dan aplikasi
3. Pemrogram Aplikasi (Application Programmer), bertugas membuat suatu aplikasi (program komputer) yang dibuat berdasarkan spesifikasi yang dibuat oleh analis sistem.
4. Analis Pemrogram(Analyst / Programmer), bertugas sebagai pemrogram dan sekaligus analis system.
5. Pemrogram system (System Programmer), mempunyai tugas khusus yaitu membuat program yang berhubungan dengan operasi internal komputer dan periferal.
6. Administrator Basis Data (Database Administrator / DBA), bertanggung jawab terhadap struktur data dalam basis data yg digunakan dalam organisasi.
7. Teknisi Komunikasi Data / Spesialis Komunikasi Data, bertanggung jawab terhadap masalah komunikasi data dan jaringan computer
8. Teknisi Perawatan Sistem, bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi perangkat keras.Disebut juga hardware engineer.
9. Webmaster, bertangung jawab terhadap halaman web yang dimiliki organisasi.
10. Auditor PDE (EDP Auditor), bertanggung jawab memastikan bahwa sistem informasi yang berbasis komputermemenuhi azas2 akuntansi dan pengauditan sehingga keamanan data dalam sistem terjamin

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


System Development Life Cycle (SDLC)  

SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan

System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.

Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.

Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah

1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan

2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem

3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi

4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan

5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat

6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat

Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.

Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


SISTEM INFORMASI  

SISTEM INFORMASI

Konsep Dasar Sistem

Sistem : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Menurut Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Karakteristik Sistem / Elemen Sistem :

• Memiliki komponen ;
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
• Batas sistem (boundary) ;
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
• Lingkungan luar sistem (environment) ;
Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
• Penghubung sistem (interface) ;
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
• Masukan sistem (input) ;
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
• Keluaran sistem (Output) ;
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
• Pengolah sistem (Process) ;
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
• Sasaran sistem ;
Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.


Klasifikasi Sistem :

• Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
• Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi)
• Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
• Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
• Sistem sederhana dan Sistem kompleks


Tingkatan Sistem Informasi
Beberapa jenis TI yang dikembangkan berdasarkan lini manajerial, memiliki fungsi dan manfaat bagi tiap tingkatan manajerial. Adapun tingkatan SI tersebut adalah :
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Sytems-TPS). TPS merupakan hasil perkembangan dari pembentukan kantor elektronik, dimana sebagian dari pekerjaan rutin diotomatisasi termasuk untuk pemrosesan transaksi. Pada TPS, data yang dimasukkan merupakan data-data transaksi yang terjadi.
2. Sistem Informasi Manajemen (SIM). SIM adalah sebuah kelengkapan pengelolaan dari proses-proses yang menyediakan informasi untuk manajer guna mendukung operasi-operasi dan pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi.Pada SIM, masukan yang diberikan berupa data transaksi yang telah diproses, beberapa data yang asli, model-model pengolahan data.Kemudian data-data tersebut akan diproses. Proses yang terjadi berupa pembuatan laporan-laporan yang ringkas, keputusan-keputusan yang rutin dan jawaban dari query yang diberikan.
3. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan peningkatan dari SIM dengan penyediaan prosedur-prosedur khusus dan pemodelan yang unik yang akan membantu manajer dalam memperoleh alternative keputusan.
4. Sistem Informasi e-Business dibangun untuk menjawab tantangan pengintegrasian data dan informasi dari proses bisnis berbasis internet.

Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.

Sistem terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu ;
 Perangkat keras (CPU, disk, printer, tape).
 Perangkat lunak (sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi, program aplikasi).
 Personil (yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem).
 Data (yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu).
 Prosedur (instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).

Sistem terotomasi terbagi dalam sejumlah katagori :
• On-line systems. Sistem on-line adalah sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi pada area dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah dalam skala, misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan udara, reservasi kereta api, perbankan dll.
• Real-time systems. Sistem real-time adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang digunakan real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan on-line masih dalah skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan lainnya, on-line biasanya hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time berinteraksi langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan.
• Decision support system + strategic planning system. Sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisa tujuan organisasi. Digunakan untuk sistem penggajian, sistem pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi. Biasanya berbentuk paket statistik, paket pemasaran dll. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisa statistik dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik (tabel, chart) sebagaimana laporan konvensional.
• Knowledge-based system. Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak khusus seperti LISP dan PROLOG.

Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :

• Sistem terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
• Sistem besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan).
• Sistem sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
• Sistem berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua sistem selalu berkembang.

Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :

1. Pemakai ;
Pada umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen ;
Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu dan uang, misalnya ;
“ sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan dalam waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan biaya sebesar x”.
3. Pemeriksa ;
Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4. Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :
- Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
- Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
- Mediator ; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
- Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain sistem ;
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6. Programmer ;
Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7. Personel pengoperasian ;
Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi khusus untuk menjalankan sistem.

Hal mendasar dalam pengembangan sistem

Penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan ini dipengaruhi sejumlah hal,yaitu :
• Produktifitas, saat ini dibutuhkan sistem yang lebih banyak, lebih bagus dan lebih cepat. Hal ini membutuhkan lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas, kondisi kerja ekstra, kemampuan pemakai untuk mengambangkan sendiri, bahasa pemrograman yang lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50 % sampai 70 % sumber daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian perangkat lunak dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.
• Realibilitas, waktu yang dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan 50% dari waktu total pengembangan sistem.
Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah sistem yang digunakan di berbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya sangat tidak mudah untuk mengubahnya. Jika terjadi kesalahan, ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu melakukan pelacakan sumber kesalahan dan harus menemukan cara untuk mengoreksi kesalahan tersebut dengan mengganti program, menghilangkan sejumlah statement lama atau menambahkan sejumlah statement baru.
• Maintabilitas, perawatan mencakup ;
- modifikasi sistem sesuai perkembangan perangkat keras untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan (yang memegang peranan penting dalam pengoperasian sistem),
- modifikasi sistem sesuai perkembangan kebutuhan pemakai. Antara 50% sampai 80% pekerjaan yang dilakukan pada kebanyakan pengembangan sistem dilakukan untuk revisi, modifikasi, konversi,peningkatan dan pelacakan kesalahan.

AddThis Social Bookmark Button

Email this post


 

Design by Blogger valdi | Distributed by Blogging Tips